Ernest Rutherford (1871 – 1937)

13 06 2008

Ernest
pada 1871, fisikawan dan peraih Hadiah Nobel bidang Kimia 1908 Ernest Rutherford lahir di Nelson, Selandia Baru.

Keluarga Rutherford adalah imigran dari Skotlandia yang pindah ke Selandia Baru sebelum ia lahir. Ia adalah anak kedua dari 12 bersaudara, keluarga petani.

Rutherford menerima pendidikan dasarnya si sekolah pemerintah dan pada usia 16 tahun ia masuk Nelson Collegiate School. Pada 1889 ia memenangkan beasiswa masuk University of New Zealand di Wellington. Ia meraih dua gelar master sekaligus, ilmu matematika dan fisika pada 1893.

Ia kembali mendapatkan beasiswa untuk belajar di Cambridge University di Inggris. Di sini, ia melakukan riset di laboratorium dibawah bimbingan J.J. Thomson, yang menjadi awal karier fisika atomnya.

Rutherford dikenal atas sumbangannya dalam fisika atom. ia yang mempopulerkan istilah sinar alfa, beta dan gamma, proton dan neutron.

Ia menjadi tempat berguru para pendekar fisika seperti Neils Bohr, James Chadwick, dan Robert Oppenheimer.

Pada 1901 hingga 1902 ia bekerja dengan Frederick Soddy untuk membuktikan bahwa atom-atom dari sebuah unsur radioaktif akan secara spontan berubah, dengan pengeluaran sepotong atom pada kecepatan tinggi. Banyak saintis pada masa itu mencemooh gagasan itu sebagai alkimia. Mereka tetap percaya bahwa atom tidak dapat dibagi atau diubah.

Pada 1909 Rutherford mulai percobaan yang mengubah wajah fisika. Ia menemukan inti atom dan membangun model atom yang mirip dengan sistem tatasurya. Seperti planet, elektron-elektron mengorbit sebuah pusat, inti seperti matahari. Penerimaan model ini berkembang setelah dimodifikasi dengan teori kuantum dari Neils Bohr.

Untuk menghargai penelitiannya mengenai radiasi dan inti atom, Rutherford mendapatkan Hadiah Nobel bidang Kimia pada 1908. Ia diber gelar bangsawan pada 1914, Baron Rutherford of Nelson yang pertama.

Ia menikah dengan Mary Newton dan dikarunia putri tunggal, Eileen. Rutherford wafat di Cambridge pada 19 Oktober 1937. Abunya dikuburkan di Westminster Abbey, di sebelah barat makam Sir Isaac Newton dan di samping Lord Kelvin.

Advertisements




YOHANES SURYA

15 04 2008

Om Yo
Berita keberhasilan siswa-siswa Indonesia meraih emas di Olimpiade Fisika Internasional dan kompetisi The First Step to Nobel Prize in Physics telah mengangkat harkat bangsa kita. Adalah Yohanes Surya, seorang fisikawan pendidik dan peneliti, yang telah membuka jalan dan merintis jejak bagi murid cemerlang sekolah menengah Indonesia untuk tampil dalam kompetisi bergengsi tersebut.

Fisikawan lulusan Universitas Indonesia tahun 1986 dan peraih summa cum laude di College of William and Mary, Virginia, AS tahun 1994 ini memimpin Tim Olimpiade Fisika Indonesia sejak tahun 1993, untuk bertanding fisika di Amerika, Asia, Australia dan Eropa. Hasilnya sungguh mengagumkan. Sejak pertama kali ikut dan langsung mendapat perunggu, Indonesia tak pernah berhenti membawa pulang penghargaan. Medali emas pertama Indonesia diraih tahun 1999.

Usahanya terus berlanjut hingga memberi jalan kepada pelajar cemerlang Indonesia tersebut untuk menimba ilmu di perguruan tinggi berbobot di AS. Bahkan dua di antaranya sudah mendapat bimbingan langsung dari fisikawan penerima Nobel. Yohanes memang tak segan untuk menghubungi langsung perguruan tinggi papan atas di AS, melamar tempat belajar sekaligus beasiswa untuk mereka.

Yohanes juga dengan senang hati menularkan ilmunya pada guru-guru fisika SMP dan SMA di berbagai daerah di Indonesia. Berkat pengalamannya menatar dan melatih ini, ia jadi lebih memiliki akses untuk merekrut siswa-siswa jenius di daerah untuk dilatih intensif dan disertakan dalam lomba fisika tingkat dunia. Tahun ini, Septinus George Sea, pelajar SMU 3 Waena, Jayapura, Papua berhasil meraih juara di The First Step to Nobel Prize.

Usahanya membumikan fisika untuk kalangan umum cukup beragam. Ia tampil di televisi, menulis di koran-koran sampai memberikan penjelasan tentang peristiwa fisika melalui format kartun yang kemudian diterbitkan sebagai buku.

Menurutnya, keberhasilan lebih banyak ditopang oleh kerja keras, selain tentunya bakat. Orang yang tidak terlalu cerdas sekalipun apabila mau bekerja keras untuk maju pasti akan berhasil. Selain itu peran dan dukungan orang tua serta keluarga sangat mendukung. Mereka yang menyadari bakat luar biasa pada anaknya cenderung akan memberi perhatian lebih supaya kemampuan anaknya dapat berkembang.

Yohanes Surya, yang lahir di Jakarta 6 November 1963, memang memiliki cita-cita hebat : mempersiapkan peneliti Indonesia untuk meraih Nobel tahun 2020. Memang masih panjang, namun apabila tidak dipersiapkan sejak hari ini sampai kapan pun cita-cita tersebut hanya ada di awang-awang saja. Padahal, bangsa ini memiliki potensi luar biasa yang selama ini terpendam dan tidak diasah dengan lebih baik.





GALILEO GALILEI

15 04 2008

Apa jadinya kalau saat ini kita belum mengenal teleskop? Mungkin kita tidak bisa menyaksikan dengan seksama fenomena dekatnya planet Mars ke Bumi. Teleskop memang sangat membantu kita agar bisa menyaksikan secara dekat berbagai macam obyek yang berada jauh dari pandangan mata. Dan orang yang telah berjasa menghadirkan alat tersebut adalah Galileo Galilei.

Galileo
Galileo Galilei lahir tanggal 15 Februari 1564 di kota Pisa, Italia, dari seorang ayah yang pemusik. Galileo yang jago di bidang matematika, adalah seorang yang ahli dalam beragam macam metode percobaan ilmiah. Sambil mengajar di Universitas Padua, Galileo mencoba mempelajari ilmu mekanik sekaligus mempraktekannya. Percobaan pertamanya adalah membuat sebuah termoskop dan kompas.

Pada tahun 1604, Galileo mencoba untuk mempelajari pembuatan mikroskop dan teleskop di Belanda. Sebuah teleskop besar telah berhasil dia buat, dan memberikannya kejutan seru, yakni bisa melihat objek di langit dengan jelas. Saat itulah dia menemukan adanya satelit di planet Yupiter dan Venus, yang berfungsi seperti bulannya Bumi.

Pada saat menjadi seorang professor astronomi di sebuah universitas di Pisa, Galileo diharuskan untuk menerima teori yang sedang berlaku saat itu bahwa matahari dan semua planet di galaksi Bima Sakti beredar mengelilingi Bumi. Beberapa tahun kemudian ketika mengajar di Universitas Padua, dia tertarik dengan teori baru yang diajukan oleh ilmuwan Nicolaus Copernicus. Teori tersebut menyebutkan bahwa justru Bumi dan planet lainnya yang mengelilingi matahari. Bersama teleskopnya Galileo mencoba membuktikan kebenaran teori helisentris tersebut dan berhasil.

Masalah muncul ketika Galileo secara terang-terangan mendukung teori tersebut. Dia banyak mendapat tekanan dan tantangan, diantaranya yang paling berat dari Dewan Gereja Katolik Roma. Mereka meminta Galileo untuk menarik kembali dukungannya kepada teori Copernicus karena tidak sesuai dengan doktrin gereja.

Karena tetap bertahan dengan pendapatnya tersebut, akhirnya Galileo dijatuhi hukuman penjara dan dikurung di Siena. Berhubung usianya telah lanjut maka Galileo kemudian diperbolehkan untuk menjalani sisa hukuman di rumah peristirahatannya di Florence, Italia. Kesehatannya mulai menurun seiring dengan kebutaan yang menimpanya. Galileo kemudian wafat pada tanggal 8 Januari 1642.

Selain teleskop dan mikroskop, Galileo juga mewariskan ilmu di bidang mekanik dan magnetik yang nantinya banyak dipergunakan oleh para ilmuwan matematika modern dan fisika sesudahnya sebagai acuan teori. Salah satu ilmuwan besar yang menggunakan rumusan Galileo sebagai pondasi dasar penemuannya adalah Isaac Newton, yang lahir di tahun yang sama dengan kematiannya sang genius Galileo Galilei.





ISAAC NEWTON

15 04 2008

si Newton
Buat kita mungkin tidak ada artinya kenapa itu buah apel kalau sudah matang pasti jatuh. Tapi buat Isaac Newton, hal sepele seperti itu bisa jadi masalah besar yang nantinya bisa merubah cara pandang kita tentang alam. Dari soal buah apel jatuh itu tadi Isaac menemukan teori kalau bumi yang kita huni punya daya tarik (kemampuan menarik suatu benda) yang besar sekali yang menyebabkan semua benda di dunia selalu berpijak ke tanah, tidak melayang kayak manusia di bulan. Teori itu kondang dengan sebutan teori gravitasi.

Si anak ajaib Isaac lahir tepat pada hari natal 1642 di Woolsthrope, Inggris. Dari kecil, Isaac sudah menunjukkan bakatnya yang hebat di bidang mekanika ditambah sifatnya yang cekatan dalam meggunakan tanggannya. Tapi biar otaknya cemerlang, Isaac nggak begitu kelihatan tertarik belajar di sekolah, jadi luput dari perhatian para guru yang selalu mengincar anak pintar. Melihat anaknya seperti malas kalau ke sekolah, ibunya sempat terpikir buat mengeluarkan Isaac dari sekolah untuk menjadi seorang petani yang rajin.

Untungnya Isaac bisa membujuk sang ibu kalo minat sebenarnya dia itu bukan mencangkul tanah, biarpun dia cekatan. Jadilah kemudian Isaac seorang mahasiswa di Universitas Cambridge. Di kampus ini pula Isaac belajar banyak (dan cepat!) apa saja yang nantinya terkenal dengan nama ilmu pengetahuan dan matematika. Bukan cuma membaca saja yang dia lakukan, tapi juga kreatif membuat percobaan dan penyelidikan sendiri. Kenapa bisa begini, kenapa bisa begitu? Akibatnya, ketika dia masih berumur dua puluh tahunan sudah menemukan banyak dasar-dasar teori ilmu pengetahuan, yang nantinya bakal mengguncang dunia.

Penemuannya yang pertama adalah tentang cahaya. Lewat serangkaian percobaan seksama, akhirnya Isaac bisa mengambil kesimpulan kalau warna suci putih itu adalah gabungan dari warna-warna pelangi, yang nantinya ngetop dengan istilah pembiasan cahaya. Nggak puas dengan penemuan warna pelangi jadi putih itu, dia buat percobaan lain yang masih ada hubungannya dengan cahaya, kali ini dia pantulkan itu cahaya. Nah, dari bias-membias dan pantul memantulkan cahaya itu Isaac menemukan sesuatu lagi, bukan teori tapi teropong!

Teropong yang dia temukan adalah teropong refleksi pertama di jagad ini, yang nantinya bakal digunakan oleh sebagian besar penyelidik bintang. Tapi biar kampiun, Isaac tidaklah sombong dan serakah. Semua penemuannya yang ada hubungannya dengan optik tadi dia sumbangkan kepada lembaga peneliti kerajaan Inggris. Mau tahu umur berapa dia “resmi” menjadi pemenu? Dua puluh sembilan tahun saja !!!

Sukses dengan ilmu cahayanya, Isaac tidak langsung puas diri. Berikutnya adalah bidang mekanika, yang teorinya nanti menjadi tonggak penting ilmu fisika. Pertama, teori suatu benda yang bergerak karena pengaruh kekuatan luar. Kedua, yang paling kondang, adalah teori bahwa setiap kita melakukan aksi gerak pasti ada gerak tandingannya dengan besar yang sama tapi arahnya bertentangan. Dan yang terakhir adalah teori gaya berat atau gravitasi.

Semua ilmu yang diwariskan Isaac tadi nantinya terpakai untuk menjawab hampir semua masalah alam, mulai dari goyangan pendulum sampai gerak-gerik planet dalam orbitnya. Masih banyak karya penemuannya yang berbobot, dalam arti menyumbang banyak buat kemajuan peradaban manusia, seperti teori penyelidikan tentang panas, atau teori tentang suara. Isaac sudah bukan si anak ajaib biasa lagi, tapi juga sudah menjadi tokoh dunia yang paling besar pengaruhnya dalam merevolusi pikiran dan cara hidup manusia, beratus-ratus tahun kemudian setelah dia menghembuskan napas terakhirnya di tahun 1727.





ALBERT EINSTEIN

15 04 2008

Albert
Siapa yang tak kenal dengan Albert Einstein ? Berkat teori relativitas yang dia temukan, Einstein telah menjadi ilmuwan kondang dan paling berpengaruh di abad 20 ini. Bahkan kejeniusannya sering disetarakan dengan ilmuwan besar Sir Isaac Newton. Boleh jadi karena Einstein dinilai telah memberi banyak kontribusi bagi perkembangan ilmu fisika, sama seperti yang apa yang telah diwariskan Newton.

Albert Einstein lahir pada tanggal 14 Maret 1879 di daerah Ulm, bagian dari wilayah Wurttemberg, Jerman. Menginjak usia 23, Einstein yang sedang bekerja di sebuah kantor di Bern, Swiss, mulai membuat sebuah karya ilmiah fisika yang di kerjakannya diantara waktu senggang. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1905, Einstein berhasil mempublikasikan karyanya mengenai teori relativitas tersebut.

Teori relativitas yang dikemukakan Einstein ini kemudian menjadi dasar bagi teori-teori ilmu fisika modern selanjutnya. Karyanya ini juga memberikan dampak yang besar bagi semua lini perkembangan ilmu fisika modern, dari teori kuantum, nuklir sampai bom atom.
Walaupun karyanya telah dipublikasikan, Einstein tetap melanjutkan penelitiannya dan menyempurnakan teori pertamanya tersebut. Akhirnya pada tahun 1915, teori relativitas yang telah disempurnakan seperti yang kita kenal selama ini dipublikasikan.

Lima tahun kemudian, nama Einstein telah dikenal di seluruh dunia. Pada tahun 1921, dia berhasil mendapatkan Penghargaan Nobel berkat penemuannya di bidang efek fotoelektrik. Duabelas tahun kemudian, Einstein pindah ke Princeton, New Jersey, AS. Di sini dia bekerja pada sebuah institut pengembangan ilmu pengetahuan sampai akhir hayatnya. Einstein meninggal pada tahun 1955.

Kejeniusannya dalam menemukan beberapa teori dasar ilmu fisika modern sering disetarakan dengan Newton. Tak salah kalau kemudian Einstein dengan rambut putihnya yang berantakan menjadi ikon jenius bagi masyarakat modern. Majalah TIME pun di tahun 2000 memasukkan namanya dalam tokoh paling berpengaruh di abad 20. Einstein sendiri berangapan kalau imaginasi berperan besar dalam penemuannya tersebut, seperti yang pernah dia ucapkan, “Imagination is more important than knowledge”





ALEXANDER GRAHAM BELL

15 04 2008

Alat komunikasi jaman sekarang sudah semakin canggih. Itu tentu tidak lepas dari peran besar Alexander Graham Bell sebagai sang penemu telepon, alat komunikasi paling dasar dan juga vital bagi kehidupan manusia. Sebelum Bell, sebenarnya sudah banyak orang yang melakukan berbagai macam percobaan untuk membuat alat komunikasi manusia dengan perantara kabel. Tapi akhirnya hanya Bell yang berhasil menjadikan telepon sebagai penghubung percakapan manusia seperti yang selama ini kita kenal.

Alexander Graham Bell lahir pada tanggal 3 Maret 1847 di Edinburh, Scotlandia. Dasar dari penemuan teleponnya adalah perangkat telegraf yang kemudian dia kembangkan menjadi sebuah alat baru, yang dinamakan “telegraf harmonis”. Telegraf tersebut pada saat yang sama bisa mengirimkan dan menerima lebih dari satu pesan melalui sebuah kabel. Bell berpikir kalau kabel telegraf diadaptasi sedemikian rupa tentu bisa mengirim dan menerima suara manusia.

Pada tahun 1875, bersama asistennya, Thomas A. Watson, Bell berhasil merakit sebuah perangkat yang dapat mengantarkan bunyi yang mirip dengan suara manusia. Saat itu usianya 29 tahun. Telepon pertama Bell dipatenkan pada tanggal 7 Maret 1876. Setahun kemudian perusahaan telepon pertama berdiri dengan nama Bell Telephone Company.

Keberhasilan Bell menemukan telepon membuahkan rejeki yang besar kepadanya. Setidaknya keuangan masa depan Bell beserta keluarganya akan tercukupi dan aman. Jaminan ini membuat Bell semakin leluasa untuk terjun sepenuhnya dalam beragam percobaan ilmiah. Bell memang dikaruniai bakat intelektual dan rasa ingin tahu yang kuat. Faktor tersebutlah yang mendorong Bell untuk terus tiada henti melakukan berbagai macam percobaan yang didasarkan pada ide-ide orisinal yang dimilikinya.

Setelah kesuksesan telepon, Bell kembali berinovasi dengan fotopon (photophone), yakni sebuah alat yang dapat mentransmisi suara melalui cahaya. Bell bersama asistennya, Charles Sumner Tainter, pada tahun 1881 berhasil mengirimkan pesan sejauh 200 yard antar gedung dengan menggunakan fotopon. Alat tersebut dibuat dari bahan kristal selenium dan sebuah cermin. Boleh jadi penemuan tersebut bagi Bell adalah sesuatu yang besar melebihi keberhasilannya dalam bidang telepon. Namun yang pasti fotopon nantinya akan menjadi cikal bakal dari penemuan laser dan serat optik.

Selain menggali lebih dalam beragam aspek di dunia komunikasi, Bell juga banyak mengadakan percobaan ilmiah di berbagai bidang. Percobaan layang-layang, pesawat terbang, tetrahedral, pernapasan buatan dan hidrofoil adalah beberapa yang pernah Bell coba. Hingga akhir hayatnya, Bell sudah mengantongi 30 paten penemuan dengan 18 paten atas namanya. Bell meninggal dunia pada tanggal 2 Agustus 1922 di Baddek, Nova Scotia.