YOHANES SURYA

15 04 2008

Om Yo
Berita keberhasilan siswa-siswa Indonesia meraih emas di Olimpiade Fisika Internasional dan kompetisi The First Step to Nobel Prize in Physics telah mengangkat harkat bangsa kita. Adalah Yohanes Surya, seorang fisikawan pendidik dan peneliti, yang telah membuka jalan dan merintis jejak bagi murid cemerlang sekolah menengah Indonesia untuk tampil dalam kompetisi bergengsi tersebut.

Fisikawan lulusan Universitas Indonesia tahun 1986 dan peraih summa cum laude di College of William and Mary, Virginia, AS tahun 1994 ini memimpin Tim Olimpiade Fisika Indonesia sejak tahun 1993, untuk bertanding fisika di Amerika, Asia, Australia dan Eropa. Hasilnya sungguh mengagumkan. Sejak pertama kali ikut dan langsung mendapat perunggu, Indonesia tak pernah berhenti membawa pulang penghargaan. Medali emas pertama Indonesia diraih tahun 1999.

Usahanya terus berlanjut hingga memberi jalan kepada pelajar cemerlang Indonesia tersebut untuk menimba ilmu di perguruan tinggi berbobot di AS. Bahkan dua di antaranya sudah mendapat bimbingan langsung dari fisikawan penerima Nobel. Yohanes memang tak segan untuk menghubungi langsung perguruan tinggi papan atas di AS, melamar tempat belajar sekaligus beasiswa untuk mereka.

Yohanes juga dengan senang hati menularkan ilmunya pada guru-guru fisika SMP dan SMA di berbagai daerah di Indonesia. Berkat pengalamannya menatar dan melatih ini, ia jadi lebih memiliki akses untuk merekrut siswa-siswa jenius di daerah untuk dilatih intensif dan disertakan dalam lomba fisika tingkat dunia. Tahun ini, Septinus George Sea, pelajar SMU 3 Waena, Jayapura, Papua berhasil meraih juara di The First Step to Nobel Prize.

Usahanya membumikan fisika untuk kalangan umum cukup beragam. Ia tampil di televisi, menulis di koran-koran sampai memberikan penjelasan tentang peristiwa fisika melalui format kartun yang kemudian diterbitkan sebagai buku.

Menurutnya, keberhasilan lebih banyak ditopang oleh kerja keras, selain tentunya bakat. Orang yang tidak terlalu cerdas sekalipun apabila mau bekerja keras untuk maju pasti akan berhasil. Selain itu peran dan dukungan orang tua serta keluarga sangat mendukung. Mereka yang menyadari bakat luar biasa pada anaknya cenderung akan memberi perhatian lebih supaya kemampuan anaknya dapat berkembang.

Yohanes Surya, yang lahir di Jakarta 6 November 1963, memang memiliki cita-cita hebat : mempersiapkan peneliti Indonesia untuk meraih Nobel tahun 2020. Memang masih panjang, namun apabila tidak dipersiapkan sejak hari ini sampai kapan pun cita-cita tersebut hanya ada di awang-awang saja. Padahal, bangsa ini memiliki potensi luar biasa yang selama ini terpendam dan tidak diasah dengan lebih baik.


Actions

Information

One response

16 04 2008
manchesterunited08

Keren amat neh orang,,,coba pinter-a dy bisa nyangkut di otak gw,,,,

baju kali nyangkut….hehehe…yAch ngarep dikit g ap2 kan…betul g???

siapa tau aj suatu saat nti w bisa kya Yohanes Surya….AMIN…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: