Kota Shantou

14 04 2008

bangunan di bEijing
Namanya mungkin tak seberapa menggaung bagi sebagian masyarakat Indonesia, seperti halnya Beijing, Guangzhou, atau Shanghai. Berjarak sekitar enam jam dari Guangzhou, Shantou memang sebuah kota kecil yang kini ibaratnya telah mengalami “operasi plastik” menjadi lebih cantik yang sarat dengan sentuhan modern dan berubah wajah menjadi kota metropolitan.
Kota yang telah berusia 2.100 tahun tersebut masih terlihat cantik dan rapi dibalik tembok benteng yang berdiri kokoh. Dua buah benteng yang terlihat menjulang dibalik tembok akan langsung menarik perhatian sejak pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini. Kedua benteng itu sarat dengan ukiran khas tradisional China dan dihiasi lampion yang terlihat semakin cantik ketika didekati.
Tembok kokoh yang mengelilingi kota lama ini seolah melindungi kota lama ini seolah melindunginya dari sentuhan modernisasi yang tengah terjadi hampir di seluruh bagian provinsi di China. Setiap orang yang datang pun seakan dibawa masuk ke dimensi waktu lalu yang semakin terlihat kental dengan kehidupan masyarakat sekitar yang juga terkesan masih sederhana dan polos. Kotanya begitu tenang dan indah, sehingga membuat siapa pun betah berlama-lama untuk sekedar menikmati kesibukan warganya atau memandang ke arah sungai Hangjiang yang membatasi kota tersebut, di bawah pohon besar yang berbunga dan berwarna oranye.
Sejak dulu Chauzhou dikenal sebagai tempat pusat kerajinan tangan, seperti keramik, kayu, tanah liat, dan masih banyak lagi. Saat ini pun terdapat berbagai toko yang menjual hasil kerajinan tangan tersebut dan berjejer dengan rapi di bagian dalam kota. Disamping itu, salah satu komoditi yang kerap dicari adalah seduhan teh yang disebut “Tangan Buddha” yang memiliki beragam khasiat bagi kesehatan. Teh tersebut konon hanya bisa ditemukan ditempat ini, sehingga tak heran jika banyak orang yang akhirnya memborong teh berwarna hitam yang bentuknya unik ini.
Lepas dari tempat ini, obyek wisata lain yang tak kalah unik adalah Kuil Kaiyuan, yang dibangun pada masa Dinasti Song pada tahun 738. Kuil kuno terseBut hingga kini selalu ramai dikunjungi umat Buddha baik dari dalam negeri maupun mancanegara . Arsitektur China kuno yang masih dipertahankan di setiap sudutnya meski sudah mengalami beberapa kali renovasi makin mencitrakan hasil karya seni yang tinggi.
Provinsi Guangdong yang jujur dan polos memang telah mampu mengukir kenangan tersendiri dalam hati. Masih banyak sudut lain Shantou yang menunggu untuk dijelajahi.


Actions

Information

One response

16 04 2008
Yan Imaka Syukur

woi….fit,klo peninggalan sejarah gw lo tw ga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: